Friday, March 23, 2007

Berikan Sanksi Berat Kepada Perusak Alam

Oleh : Suta Widhya,
Utan Kayu, Jakarta.


Keberadaan air sangat mutlak bagi umat manusia. yaitu untuk air wudhu dan MCK. Fasilitas air yang minim memaksa panitia langsung memesan air pada PDAM setempat untuk satu kali kiriman dengan mobil tangki setiap pagi harinya untuk diisi di bak penampungan. Itulah pengalaman ketika mengikuti kegiatan amal di Padang yang melibatkan peserta dari berbagai daerah.

Bila panitia semata-mata mengandalkan suplai air tanah yang hanya mampu memasok bak penampung ukuran kecil, maka akan sengsaralah 99 orang yang menjadi peserta kegiatan ini, padahal bak MCK massal yang terletak terpisah dari rumah panggung itu perlu diisi demi kebutuhan para peserta.

Selain fenomena di atas, ada laporan peserta dari Ingragiri Hulu, Rengat, yang mengatakan,bahwa transportasi antara Rengat ke Tembilahan tidak lagi memakai Speed Boat atau Kapal Fery. Air Sungai sudah lama menyusut karena kerusakan hutan. Sekarang jarak Rengat ke Tembilahan sudah dilalui dengan melalui jalan darat. Kabar ini menyakitkan sekali. Ternyata kerusakan alam sudah terjadi dimana-mana. Menyusutnya air sungai di Indragiri diakibatkan pendangkalan dan kerusakan hutan di wilayah sekitar.

Menyelamatkan air bagi umat manusia sudah pasti dengan menjaga lingkungan hidup . Menjaga air bukan hanya untuk masa kini, tapi juga untuk masa depan. Pengajaran agama Islam akan lebih efektif, andaikan aplikasi di lapangan sesuai antara kata yang terucap dan perbuatan yang dilakukan. Hemat pemakaian air mestilah dilakukan dari diri sendiri. Bila dikatakan bahwa kerusakan di muka bumi adalah karena ulah tangan manusia, maka jangan pula menyalahkan siapa-siapa.

Sanksi bagi para perusak hutan sepantasnya sama dengan sanksi yang dijatuhkan kepada para pembunuh umat manusia. Sebab, dengan merusak hutan sama dengan merusak kehidupan, manusia dan mahkluk hidup lainnya. Berikan sanksi berat kepada perusak alam!

No comments: